Minggu, 24 Juni 2012

Penyebab Usus Buntu dan Ciri-Ciri Usus Buntu


( Appendicitis) biasanya terjadi pada orang yang jarang atau tidak suka makan makanan berserat seperti sayur dan buah. Berkaitan dengan hal ini, ada kemungkinan penyebab usus buntu sedikit banyak adalah karena kurangnya asupan serat pada lambung sedangkan penyebab pastinya belum bnayak diketahui.  Seseorang yang kekurangan serat akan berakibat pada feses yang keras dan susah buang air besar. Hal ini memperbesar kemungkinan masuknya feses tersebut ke dalam saluran usus buntu yang terhubung langsung dengan usus besar.

Di masyarakat Indonesia, makan jambu biji beserta isinya dan kebiasaan mengkonsumsi cabai merah merupakan salah satu penyebab usus buntu yang utama. Hal ini mungkin cukup beralasan karena biji jambu dan cabai sebenarnya tidak bisa tercerna dengan baik dan kemungkinan biji tersebut masuk ke saluran usus buntu dan memicu terjadinya peradangan.

Sebenarnya ada banyak faktor yang bisa menyebabkan terjadinya penyakit usus buntu, namun hal yang paling penting adalah seseorang yang didiagnosa menderita usus buntu harus segera ditangani secara serius karena bisa berakibat fatal. Jika usus buntu tidak segera diobati hingga mengakibatkan pecahnya usus maka ada kemungkinan terjadi masuknya kuman usus ke dalam perut yang bisa mengakibatkan peritonitis, dan ini bisa berakibat fatal.

Ciri-ciri Usus Buntu

Penyakit usus buntu biasanya memiliki ciri-ciri yang hampir mirip dengan penyakit berat lainnya seperti gangguan empedu, lambung dll sehingga cukup sulit dipastikan bahwa seseorang yang mengalaminya bisa langsung divonis usus buntu. Namun jika anda mengalami beberapa ciri-ciri usus buntu seperti berikut ini, sebaiknya anda waspada dan segera memeriksakan diri ke dokter.


- Demam tinggi hingga mencapai lebih dari 38 derajat celcius.

- Rasa sakit yang dimulai di sekitar pusar dan sering juga di bagian bawah kanan             perut.
- Rasa sakit akan semakin terasa selama beberapa jam.
- Rasa sakit akan semakin timbul jika daerah perut bagian kanan bawah ditekan dan kemudian tekanan dengan cepat dilepaskan.
- Nyeri yang memburuk ketika sedang batuk, berjalan atau melakukan gerakan lain                                            yang mengguncang tubuh.
- Kehilangan nafsu makan
- Mual dan muntah karena adanya hambatan pada usus.
- Sembelit
- Ketidakmampuan untuk membuang gas.
- Diare
- Perut yang terlihat membengkak



Benarkah makanan biji-bijian penyebab usus buntu?

Selama ini orang banyak beranggapan usus buntu terjadi karena sering makan biji-bijian yang sulit dikunyah halus.
Anggapan seperti itu tidak benar tapi juga tidak salah

Memang radang usus buntu terjadi karena ada penyumbatan di wilayah ini. Penyumbatan ini yang paling sering adalah dari sisa-sisa makanan yang berupa tinja atau feses.

Sisa-sisa makanan dan tinja yang mengeras akan terjebak di lubang rongga sehingga menimbulkan penyumbatan. Penyumbatan ini membuat bakteri atau virus terperangkap di dalam usus buntu sehingga bisa memicu terjadinya infeksi. Nah, infeksi inilah yang membuat radang usus buntu.

Konsumsi cabai atau jambu beserta bijinya seringkali tidak tercerna dengan baik, sehingga masuk ke dalam saluran usus buntu sebagai benda asing.

Makanya untuk mencegah peradangan usus buntu disarankan sering mengonsumsi makanan berserat seperti sayuran dan buah. Hal ini karena serat yang dikonsumsi bisa membantu proses pencernaan dan mencegah tinja terlalu lama berada di dalam usus.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar