Kamis, 05 April 2012

pengalaman Liburan ke Kuala Lumpur

Ini adalah pengalaman saya pergi ke Kula Lumpur (KL). Salah satu persiapan pergi ke Luar Negeri adalah penyewaan penginapan atau hotel. Setelah browsing dan baca postingan blog orang lain diambilah keputusan menginap di Stay Orange Hotel yang beralamat tepat di Petaling Street, Kuala Lumpur. Dengan bantuan Agoda tiket hotel (Agoda menyebutnya voucher hotel) terkirim ke email dengan segera. Paspor, Tiket Pesawat PP dan tiket Hotel sudah siap saatnya bergegas pergi. kami sudah berada di Terminal 2 Soekarno Hatta International Airport tepat pukul 13.15 WIB. Penerbangan AirAsia terjadwal pukul 14.50 WIB, sehingga masih tersisa banyak waktu. Perjalanan Jakarta – Kuala Lumpur ditempuh dalam 2 jam. Tapi karena ada perbedaan waktu antara Kuala Lumpur (GMT +8) dan Jakarta (GMT +7), Antrian di Imigran Malaysia panjang sekali, hampir 45 menit baru dapat giliran. Seperti biasa saya isi formulir kartu imigrasi sambil antri. Petugas imigrasi menanyakan apa tujuan ke Malaysia, berapa orang datengnya, selama di Malaysia akan tinggal di mana, mereka juga meminta kami menunjukkan tiket balik ke Jakarta.
Setelah itu LCCT ke KL Sentral ditempuh dengan SkyBus membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Kami tiba di KL Sentral. Kota Kuala Lumpur terkesan lebih modern, lebih bersih, dan lebih teratur daripada Jakarta. Jalan-jalannya lebar, kiri kanan dipenuhi bangunan pencakar langit. Sarana transportasi banyak di sini. Mulai dari kereta api, monorail, dan busway. Tidak ada angkot di Kuala Lumpur. Jalan-jalan menuju luar kota hampir seluruhnya berupa jalan tol. Yang menarik di sini, sepeda motor (di sini disebut motosikal) boleh masuk ke jalan tol dan tidak dikenai bayaran. Kalau di Indonesia sepeda motor dibolehkan masuk jalan tol, wah, bisa terbayang semerawutnya jalan tol. Malaysia memang Truly Asia, Asia yang sebenarnya sesuai dengan semboyan pariwisatanya. Di sini mudah kita jumpai orang India, Cina, dan Melayu. Melayu merupakan etnik mayoritas, komposisinya sekitar 50% dari populasi penduduk Malaysia. Sesudah itu etnik Cina (25%) dan India (20%), sisanya Bangladesh, Arab, Thaliland, dan lain-lain. Berjalan-jalan di Kuala Lumpur tidak aneh kita menemui orang India yang berkulit hitam. Baik orang Cina, India, dan Melayu, mereka berbicara dengan bahasa mereka masing-masing, meskipun Bahasa Melayu merupakan bahasa resmi di sini. Selain Bahasa Melayu rata-rata orang Malaysia bisa berbahasa Inggris.

saya ingetkan:
Bila di negara orang. Jangan malu bertanya kalo tidak tahu atau jangan merasa sok tahu. Anda bisa tersesat di sana.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar